
Setiap bermulanya tingkah pasti kita akan tidak terlepas daripada menilai seawal musibah, Adakah ingin diteruskan tingkah atau berhenti dalam tidak rela.Entahlah tidak aku ketahui sampai bila semua ini. Entah esok atau pun lusa, penantian demi penantian yang tidak ada penghujung.
Adakah kemarau itu indah seperti yang disangka. Seindah sesuci butiran permata. Dimana hujan tatkala kemarau panjang? Dimana titisan yang mampu merubah kemarau itu?
Pasti penantian itu belum tentu..
Setiap perhitungan bukan milik kita
Adakah semuanya sekadar indah khabar dari rupa?
Diri ini terlalu mengharapkan agar kemarau akan berlalu dalam kesungguhan dalam tawa. Tawa memanjang yang berputar tanpa penghujung, tapi apakah semua itu mungkin terjadi dalam nilai tanya?
Diri ini terlalu rapuh dalam nanti, mengharap buih-biuh salju menggamit tika nyenyak terpaku. Adakah biuh itu tanda penghujung segala mimpi?
Pergilah wahai debu dalam saat diri ini terlalu merindu..
Hembuslah wahai angin tatkala diri ini terlalu sakit.
Kembalikan segalanya atas kehendakMU.
Dan pudarkanlah segalaNya dalam tiap saat itu.

0 comments:
Post a Comment