Sunday, January 22, 2012

Gemersik


Di setiap gemersik pasti lahir jiwa, aku sudah puas untuk menyuntik segala luka dalam setiap alunannya, setiap kali ku zahirkan pada lagu, pasti diri ini tersentuh, bukan aku "chengeng' dalam setiap langkah kudratku, tapi aku sudah penat untuk merasa semua ini. Sudah puas aku pujuk hati ini untuk tidak merasa apa-apa, tapi tatkala itu jua segalanya datang bukan atas pintaku.

Aku punya perasaan dalam setiap bait-bait lirik, aku juga punya maksud dalam hidupku, aku inginkan bahagia, tapi duka itu jua yang datang dalam di setiap langkahku.

Apa daya aku?
Aku bukan lemah.
Aku juga punya keinginan.

Tatkala diri ini mengarang sebuah kehidupan pasti ada duri dalam tangis. Apa guna pada tangis itu? Tangis bukan bermakna aku kesal. Tidak, aku tidak pernah kesal kerna aku yang memilih untuk jadi begini. Aku bukan jahil dalam simpulan. Simpulan kehidupan setiap jasad.

Apakah aku perlu terus berdiri?
Ataupun aku perlu berbaring dan menanam diri?

Aku tidak bodoh dalam jahitan kasih. Aku terluka parah, berdarah dan bernanah.
Jahatkah aku pada diriku?

Apa guna dengan tangisan?
Menangis untuk membutakan diri? Aku tidak pernah kesal dalam gigihan kasih.
Kerna aku tahu, ini semua adalah gemersik kehidupan.



0 comments: